Showing posts with label ECONOMIC. Show all posts
Showing posts with label ECONOMIC. Show all posts

Friday, January 4, 2019

SIAPA YG KETAWA DIVESTASI FREEPORT

Siapa yg ketawa divestasi Freeport.
Pd awalnya 50 thn lalu orang paling bahagia di Tanah air adalah para bedebah. Sebut saja Aburizal Bakrie melalui perusahaannya PT.Indocopper kebagian saham 9,36% senilai $ 213 juta sekitar Rp 3 triyun.
Tetapi liciknya dia hanya membayar 19% yaitu $ 40 juta. Sisanya yg 81% atau $ 173 juta dibayar dr Share loan Freeport sendiri yaitu Freeport kasi pinjaman, nanti dipotong dari dividen. Licik kan.
Kemudian Bakrie jual 51% sahamnya ke PT.Nusamba milik Cendana dan kroninya Bob Hasan.
Caranya juga sama liciknya.
Nilai 51% itu $ 315 juta.atau sekitar Rp. 4,7 trilyun, bayarnya cuma $ 62 juta.atau 19%.%. Sisanya 81% ya minjam lagi dr Freeport atau Share loan.
Hebatnya lagi Bakrie jual lagi sisanya yg 41% kpd Freeport senilai $ 211,9 juta melalui Pasar Modal.
Masuk kantong lagi Rp 3 trilyun.
Luar biasa kan.
Nah kemudian thn 2015 papa coba minta saham agar bisa beli pesawat jet. Tetapi dng keterlibatan agen rahasia asing, rekaman yg sudah 1 thn itu diputar pd saat saat krusial. Presiden sebelumnya gemetar.
SN tidak kebagian bahkan masuk kerangkeng di Bandung.
Negara kita sebanarnya dapat saham berapa?. Selama 5 dekade hanya dapat 9,36%. Tidak juga. Kenapa?. Karena Freeport sudah jual ijon kepada Rio Tinto 40% dr total produksi. Itu ada perjanjiannya.

Kalau begitu seluruh rakyat Indonesia hanya dapat 60% x 9,36% yaitu 5,62%.
Kasihan kan dibodoh-bodohi terus oleh para bedebah.
Jokowi tegas pegang PP No 1 thn 2017 ttg Perubahan keempat PP No 23 thn 2010 ttg Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan dan Batubara dimana team yg jago berhasil divestasi 51,2% dgn ketegasan dan tidak takutnya presiden Jokowi digoyang demo berjilid jilid, keterlibatan agen asing dll.
Dengan ketawa ringan, akhir 2018 semua rakyat ketawa bahagia kecuali mereka yg nyinyir.
Yg tetap bahagia adalah tenaga kerja yg terkait dgn PT. FI sebanyak 33.452 org pd thn 2016 termasuk perusahaan kontraktor dan 12.184 org karyawan PT. FI.
Dari karyawan PT.FI itu 35,76% adalah warga asli Papua.
Bayangkan besarnya pengangguran jika kita putus kontrak dgn PT.FI dan mengambil alih seperti Venezuela yg bangkrut.
Demo pekerja bisa berjilid jilid dengan ditunggangi oleh orang politik dan agen asing.
Masa lalu biarlah berlalu.
Mari memandang kedepan.
Di era Jokowi warga Papua akan menari-nari dapat saham 10% dr bumi Papua.
Mereka tidak punya dana untuk membelinya. Ya ikut schema Share loan. Nanti dibayar dari dividen.
Dng saham hanya 9,36% saja telah menyumbang 91% PDB Kab Mimika, 37,5% PDB Papua dan 0,8% PDB Nasional. Ini menurut Penelitian UI thn 2013 lalu....
Bayangkan Negara kita akan dapat PDB yg lbh besar karena tambahan saham dr 9,36% menjadi 51,2%. Besar sekal kan.
Pantas dong Sri Mulyani senyum senyum dr Lapangan Banteng akan lebih leluasa mengelola APBN untuk kesejahteraan rakyat dr emas dll yg terdapat dr bumi Papua.
 





Friday, January 26, 2018

PERESMIAN JALAN TOL TIAP BULAN




London stock exchange

Jalan tol Trans Jawa sepanjang 1.167 kilometer dari Merak - Banyuwangi direncanakan akan selesai tahun 2019 mendatang. Saat ini baru rampung separuhnya, 561 kilometer. Tapi melihat kecepatan pembangunannya, bakal selesai pada masa jabatan akhir presiden Jokowi 2019. Disamping itu dibangun pula jalan tol Trans Sumatera, sehingga presiden akan sibuk acara peresmian jalan toll dilakukan setiap bulan. Namun jangan marah marah dulu, wong peresmian itu tidak mengundang tamu, hanya presiden, beberapa orang Menteri termasuk trio pak Basuki Hadimulyono, bu Rini Soemarno dan pak Budi Karya Sumadi dan Direksi dan jajaran PT.Jasa marga.

Related image

Para tetangga yang keberatan atas massivenya pembangunan jalan tol dan infrastruktur dalam 3 tahun terakhir ini bertanya :"Untuk siapa jalan tol itu ?". Cobalah berfikir tenang, jalan itu akan memperlancar dan mengurangi biaya transport beras dari daerah central penghasil kedaerah yang kekurangan, kebutuhan 9 bahan pokok lainnya juga termasuk distribusi cabe, bawang merah, ayam.
Barang keperluan harian anda di mini market di kampung akan lebih murah biaya transportnya.
Juga tidak akan terulang lagi musibah jika perantau pulang kampung pada hari lebaran dan hari kejepit lainnya.

Dari mana dana untuk membiayai pembangunannya ?. Tentu dana APBN tidak akan cukup, tetapi PT.Jasa Marga mencari modal hingga ke Bursa London dengan menjual Obligasi Komodo sebesar Rp 4 trilyun (dalam Rupiah, bukan US $ lho).
Yang menarik ialah yang beli Obligasi itu 55% adalah Asia,  26% Amerika Serikat dan sisanya 19% ke Eropa. Berdasarkan tipe investor, 84% obligasi itu dialokasikan kepada perusahaan Manajemen aset dan 16% lainnya kepada ke bank serta institusi public atau private banking.
Sepanjang 2017, Jasa Marga melakukan sejumlah aksi korporasi lainnya untuk mendapatkan pendanaan dari pasar modal seperti Sekuritisasi aset dan Penerbitan obligasi oleh anak usaha untuk mendanai berbagai rencana perusahaan.
Image result for jokowi peresmian tol tiap bulan

Presiden setelah terakhir meresmikan jalan tol Surabaya - Mojokerto tgl 19 Desember 2017, rencananya, bulan mendatang akan meresmikan lagi ruas Ngawi - Kertosono atau Solo - Ngawi dan seterusnya ke Lampung, Palembang dan Sumatera Utara.

Image result for tol palembang

Thursday, January 25, 2018

TESTIMONY, PELABUHAN KUALA TANJUNG, SUMUT

Hari Kemerdekaan RI ke 72

Satu lagi karya besar pemerintahan Jokowi yaitu selesainya Pelabuhan Kuala Tanjung yang berada di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara yang menghadap Selat Malaka. Pelabuhan modern ini akan menjadi hub (pengumpul), pelabuhan transit kapal kapal barang kita ke Luar Negeri dan kapal kapal asing sehingga akan memperlancar arus barang ekspor impor. Tidak perlu lagi transit di Singapore atau Port Klang di Malaysia. Soft openingdirencanakan  akan dilakukan bulan April 2018 dan full operation akan mulai Semester II 2018.
Apa manfaat proyek bernilai Rp 34 trilyun ini kepada kesejahteraan masyarakat ?. Bayangkan terbukanya lapangan kerja bongkar  muat di pelabuhan, tenaga kerja tranportasi Container, buruh bongkar muat pelabuhan, pendapatan PT.Pelindo I yang mengoperasikannya. Pokoknya masyarakat sekitar Kabupaten Batu Bara khususnya dan warga SUMUT pada umumnya akan merasakan manfaat langsung dari pelabuhan modern ini.

Pelabuhan ini juga akan terhubung dengan jalan tol Trans Sumatera dan juga jalan Kereta Api sehingga ongkos transport barang dan Container dari pulau Sumatera akan bertambah eficien. Belum lagi pemasukan pajak dari transaksi di pelabuhan dan kawasan industri khusus.


Selain Pelabuhan Kuala Tanjung, jalur kereta api Bandar Tinggi-Kuala Tanjung juga ditargetkan akan selesai pada Maret 2018. Dengan hadirnya jalur kereta api ini, akan mendukung konektifitas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. KEK ini merupakan pembangunan tahap kedua seluas 3.000  Ha

Harapannya setelah beroperasi Pelabuhan Kuala Tanjung karena dia terintegrasi ada pelabuhan, jalan tol, jalan kereta api, maka investor tertarik invest di KEK, Disamping itu Kuala Tanjung akan menjadi pelabuhan untuk kapal pesiar yg akan  pariwisata ke daerah Sumatera bagian Utara. Jalan tol Kuala Namu, Kuala Tanjung, Tebing Tinggi akan disambung dengan jalan tol sampai kawasan wisata Danau Toba.


Produk ekspor aluminium dari P.T.INALUM  yang juga berlokasi di Kuala Tanjung, yang akan meningkatkan jumlah produksinya dari 500.000 ton pada tahun 2019 sampai 1 juta ton pada thn 2002 akan lebih ekonomis jika diangkut melalui pelabuhan Kuala Tanjung dari pada jauh diangkut ke pelabuhan Belawan.
Bayangkan, kalau misal lagi masuk, kapal raksasa dari Australia, bawa impor alumina, mengangkut 27 ribu ton, di pelabuhan Kuala Tanjung pasti akan lancar.


Pembangunan tahap I bernilai Rp 4 trilyun ini merupakan Terminal Multipurpose Kuala Tanjung berkapasitas 600.000 Container, TEUs dan berbagai fasilitas dan peralatan bongkar muat di antaranya: 3 unit Crane Ship to Shore, 8 unit Automated Gantry Crane, 21 unit truck terminal, dan 2 unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas maupun curah cair.







Wednesday, January 24, 2018

LEARN TO BUY SHARE, BELAJAR MAIN REKSA DANA SAHAM (2)

Image result for ihsg grafik 2017
"Optimism in politic year in 2018, projected Indonesia economic growth reach 5,4%", Finance minister, Sri Mulyani said. This statement agreed by 2 big business organization inthe country, KADIN, Chamber of Commerce and APINDO.  
The proof of this optimism saw by the shares index yesterday, Wednesday, January 24, 2018 closing at 6.616,22. Not long ago in the closing year 2017, index just reach 6.355,65. Try to compare to the end of 2014 when Jokowi in power, share index just 5.178,37. Just in 3 years in power, Jokowi administration made a leap. Some predicted that the index would reach the point of 7.000 at the end of this year.
Very optimism indeed since other indicators supported such as foreign exchange stable under Rp 13.400/$ backep up by huge amount of foreign exchange reserves sufficient for 8 months import and pay foreign debt above international standard, 3 month only. Inflation rate kept low under 45 annually. Banking industries in health condition and capital adequate to support business sector toexpand. Optimism in the country in line with global economic growth recently.
Optimism would cause shares price would rise this year. That is why it is the right time to learn to by Reksadana, retail shares start from US$ 10. For this year condition, better off buy the kind of share with calculated risk.
Some comments came in from remote small town like Duri, Riau province, Jepara, Central Java, Malang, East Java even from Jakarta capital eager to lear to buy shares. But before talking to Investment manager, please learn first from the internet or buy athe book about the shares theory, so the discussion with investment manager may got much input.


INDONESIAN
"Optimisme dalam thn politik ini pertumbuhan ekonomi diproyeksikan akan mencapai 5,4%", kata Menteri Keuangan Sri Mulyani.Pernyataan ini diamini oleh 2 Ketua Organisasi pengusaha yaitu Kadin dan Apindo.
Bukti atas optimisme ini terlihat dari index harga saham di bursa BEI pd hari Rabu kemarin tgl 24 Januari 2018 yg ditutup pd angka 6.616,22. Pada hal IHSG pd penutupan thn 2017 baru sampai 6.355,65. Coba bandingkan dng IHSG akhir 2014 yg baru mencapai 5.178,37. Hanya dalam 3 thn pemerintahan Jokwi index bisa tumbuh setinggi itu. Bahkan banyak yg memprediksi index pd akhir thn 2018 bisa tembus di angka 7.000.
Optimis sekali karena semua indikator lain menunjang. Sebut saja kurs $ stabil dibawah Rp 13.400 didukung oleh cadangan devisa yg besar, cukup membiayai import selama 8 bulan dan membayar hutang luar negeri, jauh diatas standard internasional 3 bulan. Belum lagi tingkat inflasi yg terkendali dibawah 4%. Dunia perbankan sehat dan cukup modal untuk mendukung dunia usaha. Optimisme dalam negeri didukung pula oleh keadaan ekonomi dunia yg mulai tumbuh.
Optimisme itulah yg akan mengerek harga saham akan naik tahun ini. Oleh sebab itu ini saat yg tepat mulai belajar main reksadana saham yg bisa dimulai dari jumlah dibawah Rp 1 juta. Karena optimisme itu tidak salahnya memilih jenis Reksadana saham yg relatif yieldnya tinggi dng calculated risk.
Banyak komentar yg datang dari kota relatif kecil seperti Duri, Malang, Jepara bahkan dr ibu kota sendiri yg antusias ingin belajar cara bermain saham. Tapi sebelum menemui manager investasi, ada baiknya lebih dahulu membaca baik di internet atau beli buku tentang reksadana saham. Sehingga diskusi dng manager investasi bisa lebih mendalam.

Tuesday, January 23, 2018

EXPORT LNG TO PAKISTAN AND BANGLADESH

Presiden Joko Widodo didampingi Ny Iriana Joko Widodo memasuki pesawat kepresidenan untuk bertolak ke Amerika Serikat dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Minggu (14/2/2016).
One more Jokowi's administration performance that we ought to appreciated is the plan to export Liquid Natural Gas to Pakistan and Bangladesh. The volume relatively huge, each country would buy 1  1,5 millions ton annually for long period of time, 10 years for us$ 6 billions. 
On president visit today until January 29, hopefully Sales purchase agreement would be signed since Indonesia oil company, Pertamina had signed Memo of Understanding previously with state oill companies of both government, Petrobangla and Pakistan LNG Ltd. 
 Image result for lng tangguh
INDONESIAN.
Satu lagi prestasi pemerintahan Jokowi yg patut angkat topi yaitu rencana ekspor LNG, gas alam cair ke Pakistan dan Bangladesh. Nilainya cukup besar juga masing masing negara akan menerima sekitar 1-1,5 juta ton pertahun senilai $ 6 milyard (sekitar Rp 80 trilyun) dalam jangka 10 thn.
Rencananya pd kunjungan presiden hari ini hingga tgl 29 Januari 2018 ada penandatanganan Sales purchace agreement (SPA) karena sebelumnya Pertamina sudah menanda tangani MoU dng perusahaan pemerintah kedua negara yaitu Petrobangla dan Pakistan LNG Ltd.

Thursday, January 18, 2018

KORPORASI BISNIS PADI



Related image
Presiden Jokowi tanam padi
Pengepul dan pedagang ketawa, rame rame borong gabah petani dng harga murah ketika panen karena petani butuh duit. Ini paradigma lama yg oleh presiden Jokowi mengingatkan untuk merubah paradigma kuno itu.
Permintaan presiden itu direspons oleh menteri BUMN Rini Soemarno, yg dinilai presiden "bekerja cepat". Maka dimulailah pilot project di Indramayu, Jabar. Dimulai ide korporatisasi petani dng mengorganisir beberapa BUMN.
Sejumlah BUMN membentuk PT.Mitra Bumdes Nusantara. PT baru ini kemudian "bekerja sama" dng Badan usaha milik desa yg kita kenal dng nama BUMDes dan kelompok tani serta usaha baru, PT.Mitra Bumdes Bersama, untuk mewujudkan Korporasi agro bisnis terutama padi.
Bagaimana bentuk kerjasama korporasi ini biar kita dapat memberi gambaran bagi masyarakat luas di negeri ini. Maksudnya agar di Kabupaten lain bisa meng copy paste model Indramayu.
Kerjasama ini menjadi usaha korporasi yg mengcover mulai dari tahap pratanam, masa tanam, masa panen, paska panen secara profesional dng keterlibatan BUMN.
Sebut saja, 2 BUMN asuransi yaitu PT.Askrindo dan PT.Jasindo menyediakan asuransi gagal panen. Ini bantuan pada masa pratanam. Lalu pd periode tanam, PT.Pupuk Indonesia dan PT.Pertani menyediakan benih dan pupuk, obat obatan melalui PT.Mitra Bumdes Bersama (ini juga baru).
Related image
Semprot hama
Tahap ketiga yaitu periode panen PT.Pegadaian, berfungsi menyediakan jasa penyimpanan dan resi gudang. Artinya jika petani perlu duit kontan sedang harga turun, simpan dulu padinya di gudang yg dikelola PT.Pegadaian. jika harga pasar cocok baru dilepas.
Tahap keempat, terakhir adalah tahap paska panen dan marketting yg menjadi fungsinya perum Bulog dan P.T.Pupuk Indonesia Pangan (anak perusahaan PT.Pupuk Indonesia) 
Disamping itu, korporasi agro ini diperkuat dng penyediaan applikasi digital pendataan petani, pemilikan lahan petani dan produksi petani dalam satu basis data dan juga dipakai untuk aplikasi pinjaman KUR, harga serta cuaca. Applikasi ini disediakan oleh PT.Telkom Indonesia Tbk (pesero).
Informasi baru tentang korporatisasi petani ini perlu kita sebarluaskan, di share agar daerah daerah lain dapat mengikuti dari dekat pilot project Indramayu

Toko BUMDes
Related image

Thursday, January 4, 2018

SUMBANGSIH PETANI TERHADAP PDB, PRODUK DOMESTIK BRUTO

Image result for sawah menguning
Geli membaca status seorg pimpinan DPR yg menulis bahwa prestasi bid kesra pemerintah omong kosong, karena rakyat makin sengsara. Sayang dia juga hanya nerocos tanpa data.
Mungin krn ngantuk diruang dingin ber AC dng fasilitas yg berlimpah, tidak mengerti keadaan lapangan.
Jika dia mau ikut pres Jokowi lihat bendungan dan ketemu petani akan dapat jawaban bahwa panen padi, jagung, bawang merah, cabe melimpah, tdk perlu impor lagi. Swasembada istilahnya, walau mulut penduduk bertambah tiap tahun. Mungkin pada lupa minum pil kb.
Kenapa panen melimpah ?. Jawabannya karena sudah dan akan dibangunnya 65 waduk dlm kurun waktu 2015 - 2019 beserta pembangunan dan rehabilisasi irigasi sehingga sawah tidak kekurangan air.
Dari hasil panen melimpah itu penghasilan petani meningkat, petani yg mayoritas warga di pulau Jawa. Hasil akhirnya ikut mendongkrak Consumsi dan PDB, Produk Domestik Bruto. Binatang apa sih PDB itu.
Devinisi PDB adalah jumlah produksi barang dan jasa yg dihasilkan setiap daerah untuk saat tertentu.
Waktu kuliah semester I, ekonomi kita sudah diajarkan
rumus PDB = C + I + G + (X - M).
Pd thn 2016 PDB per kapita Rp 47,9 juta naik cukup tinggi dibanding dng thn 2014 yg baru sebesar Rp 41,9 juta.
Presiden Jokowi memang smart, dng membingkai rumus PDB dalam bingkai emas. Diawal pemerintahan Nawacita sudah mengadopsi rumus itu unt mengejar pertumbuhan ekonomi diatas 5 %.
Petani merasakan tambah sejahtera. Apalagi jika masalah penjualan pupuk subsidi dibenahi oleh pemerintah agar Jokowi dipilih para petani pd pilpres 2019. Jangan biarkan petani justru merekayasa pupuk sendiri.
Disamping Consumsi petani, untuk meningkatkan faktor C, Consumsi, pemerintah mengucurkankan dana desa 2x lipat dr sebelumnya Rp 60 trilyun thn 2017 menjadi Rp 120 trilyun thn 2018. Gede banget kan. Realisasinya pun hampir habis, 99,8% pd thn 2016.
Maka itu rumus PDB otomatis terdongkrak naik
Belum pernah terjadi di negeri ini dana mengalir dari pusat ke desa desa. Biasanya dana dr desa dihisap masuk ke kota.
Rumus kedua, yaitu I atau Investasi. Sudah banyak diberitakan bahwa negeri ini negeri "Layak Investasi" oleh Investor asing, yg dinilai 3 Lembaga Internasional terpercaya, bukan seperti lembaga abal abal yg banyak muncul menjelang pemilu. Lembaga itu ialah Standard & Poor's, Moody"s dan Fitch.
Pemeringkat ini sejalan dng peringkat kemudahan berbisnis di tanah air yg dibuat Bank Dunia, posisi kita meloncat turun dari tangga 106 ke tangga 72, dari 190 negara. Presiden Jokowi belum puas dng angka 72, minta turun lagi di peringkat 40.
Begitu juga di Bursa Efek Indonesia terjadi kejutan lain, meloncatnya IHSG ke 6.335 penutupan perdagangan thn 2017. Index ini mengindikasikan perkembangan ekonomi saat ini dan keyakinan tahun mendatang, walau masuk tahun politik.
Sebagai bukti, menurut data BKPM, realisasi Investasi 9 bln thn 2017, sebesar Rp 513,2 trilyun, 75% dr target Rp 678,8 trilyun. Investasi Asing PMA Rp 318,5 trilyun (62,1 %) dan Investasi domestik, PMDN Rp 194,7 trilyun (37,9 %). Yg menyejukkan hati adalah bahwa Investasi itu mulai melirik keluar Jawa, walau baru 44,9% tapi sdh bagus. Sisanya 55,1% tetap di Jawa. Tentu ini berkaitan dng kekurangan infra struktur diluar Jawa.
Jika dibanding dng thn thn sebelumnya, realisasi Investasi thn 2016 hanya sebesar Rp 612,8 trilyun dan thn 2015 sebesar Rp 545,4 trilyun. Terus terjadi peningkatan yg cukup besar.
Faktor ketiga adalah G atau Government. Realisasi Anggaran belanja pemerintah dipercepat, lelang sdh dipersiapkan sebelum akhir thn, agar anggaran diserap semaximal mungkin.
Serapan APBN oleh Pusat dan daerah relatif sdh semakin bagus, thn 2015 bisa mencapai 91,2% dan thn berikutnya 89,3%.
Yang terakhir, keempat adalah faktor export(X) minus import (M) yaitu kelebihan expor diatas Import.
Menurut data Bank Indonesia, secara kumulatif surplus neraca perdagangan X > M sampai bln Oktober thn 2017 saja sudah mencapai $ 18,45 milyard. Sedang periode yg sama thn 2016 surplus hanya $ 12,21 milyard.
Jika argumen dng tetangga tenang saja, jawab saja dng data jangan mormatif apalagi emosi, kita kan org educated.
Ayo sayang kita jalan jalan ke desa lihat sawah menguning dari ketinggian bendungan.

MENUNDA KONSUMSI MWENAMBAH SIMPANAN

Image result for buku tabungan bri
Semalam menonton debat antara yg pro dan kontra pemerintah. Dari partai opposisi menyebut bahwa ekonomi melemah, biasa tanpa data. Dan itu merupakan issue yg banyak digoreng oleh tetangga.
Babo sudah sering menulis tentang indikator ekonomi makro yg positif. Ekonomi kita akan baik baik saja. Kita sbg anggota yg educated, juga sering membaca angka surplus Neraca perdangan krn ekspor lbh besar dari import, naiknya cadangan devisa, index harga saham gabungan yg naik di bursa BEI, hutang yg terkendali, inflasi yg rendah 4% tidak seperti Venezuela 800%.
Bank Indonesia juga melakukan survey yg menunjukkan bahwa penghasilan masyarakat bertambah tetapi Consumsi ditunda. Hanya 65,3% dr penghasilan dibelanjakan, 20,2% malah disimpan sehingga dana fihak ketiga di perbankan meningkat. Survey index keyakinan konsumen bulan November 2017 yg optimis keadaan ekonomi 6 bulan kedepan dalam nuansa hangatnya pilkada. Yg menarik adalah walau konsumen optimis tetapi justru menambah Simpanan dan menunda Consumsi. Kenapa Consumsi ditunda? Apa karena kuatir tahun politik ? Presiden Jokowi berulang kali menyatakan pilkada dan pilpres itu adalah kegiatan rutin, 5 tahunan tidak perlu dikuatirkan. Justru akan meningkatkan omzet usaha UKM dari jualan kaos, baliho dan accessories lainnya.
Angka yg disebut diatas memang bersikap makro. Jika kita rajin membaca dng sedikit smart, kita akan tahu kondisi bagaimana kondisi mikro.
Betul, gerai retail ada yg tutup. Tapi konglomerat itu kan tidak bodoh. Mereka juga buka Toko on line. Transaksi e-commerce juga meningkat. Tapi peran retaiĺ masih akan tetap dominan. Seorang Direktur mal dan seorang Direktur restoran yg punya banyak cabang di Mal mengatakan kpd saya penjualan retail turun sedikit, hanya 5% , sedang pengunjung mal tidak berkurang trafficnya, yg mereka bisa pantau dr layar gadgetnya setiap hari. Jumlah mobil parkir juga dihitung karena uang parkir itu komponen penggasilan yg cukup besar.
Demikian juga data otomotif dr Gaikindo menyatakan penjualan memang tidak meningkat tinggi, tapi jangan salah justru ekspornya yg naik.
Coba kita lihat juga life style golongan menengah, yg setiap libur kejepit senang wisata ke luar kota seperti 3 gadis Madiun yg beruntung diajak presiden Jokowi nginap di istana Gd Agung, Yogjakarta.
Ibu SMI, Menkeu malah bilang barangkali BPS, belum capture, belum mencatat transaksi e-commerce, transaksi on line via bank. Bahkan ada transaksi on line lewat media sosial yg tidak tercatat dalam e-commerce.
Soal harga gabah, pupuk subsidi, harga bawang merah yg turun di Brebes saat panen besar besaran itu masalah daerah. Mestinya Gubernur, Bupati, Dinas Pertanian dan Perdangan serta Bulog mencari solusi. Jangan sedikit sedikit salahnya Jokowi.
Hendra Sugiarto and 1 other
Comments

BELAJAR SENDIRI JUAL BELI SAHAM

Image result for bursa efek indonesia adalah
Belajar jual beli saham ......dr pegawai tata usaha jadi millioner.
LO KENG HONG
Kisah Pegawai Bergaji Kecil di Jakarta yang Kini Berharta Rp 2,5 Triliun
Lo Kheng Hong (lahir di Jakarta, 20 Februari 1959) adalah seorang investor value Indonesia jenis individu, dia memiliki kekayaan sekitar Rp2,5 triliun yang ditempatkan pada saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Lo Keng Hong semasa kecil merasakan kehidupan yang susah. Rumahnya di Jakarta sempit, hanya selebar empat meter.
Bebas finansial. Nampaknya itulah kata yang tepat untuk menggambarkan seorang Lo Kheng Hong, investor saham yang kerap disebut-sebut sebagai Warren Buffet-nya Indonesia. Kini 24 tahun sudah ia menjadi seorang investor saham, tak terpikir sedikitpun olehnya untuk berhenti menjadi investor saham. Kisah keberhasilannya sebagai investor saham itu, tentu bisa menjadi pembelajaran bagi orang lain yang ingin berinvestasi di saham.
Menjadi investor saham itu begitu nikmat dan mengasyikkan. Seorang investor saham itu bisa kaya, meskipun dia tidur saja, karena dia punya perusahaan publik yang harga sahamnya selalu meningkat dan menghasilkan laba besar.
"Setiap hari, saya cukup duduk di taman di rumah saya dan melakukan 3 hal yang saya sebut sebagai RTI, yaitu reading, thinking, dan investing. Saya membaca 4 koran yang datang ke rumah saya setiap hari, laporan keuangan perusahaan dan data statistik pasar modal. Saya tidak perlu berjuang dengan kemacetan setiap hari."
"Saya juga sudah merasakan tinggal di 5 benua. Saya gunakan sedikit uang yang saya dapatkan dari investasi di Bursa Efek Indonesia untuk berkeliling dunia. Setidaknya 2 kali dalam setahun saya bepergian ke luar negeri. Jika saya ingin berjalan-jalan atau merasakan tinggal di negara lain, misalnya di New York atau London, saya tinggal pergi ke sana dan tinggal beberapa lama di sana. Kadang saya tinggal di negara lain selama 2 minggu – 1 bulan. Biasanya saya bepergian bersama istri dan anak-anak saya. Di sana kami tinggal di hotel saja, lalu jalan-jalan. Saya orang yang bebas, tidak punya bos dan tidak punya karyawan."
Menurut Kheng Hong – demikian ia biasa disapa, ada 5 hal yang tidak dimilikinya, yaitu ia tidak punya kantor, tidak punya pelanggan sebagaimana para pebisnis atau marketing perusahaan, tidak punya karyawan, tidak punya bos, dan tidak punya utang satu rupiah pun. Semua properti miliknya pun ia beli secara tunai, dan bukan dengan kredit pemilikan rumah (KPR).
"Saya hanya punya 1 supir, 2 pembantu dan 1 penjaga vila. Tapi saya tidak punya sekretaris. Saya mengkliping dan mem-filing sendiri artikel-artikel tentang pasar modal dari koran setiap hari. Semuanya saya simpan berdasarkan nama perusahaannya sesuai urutan alfabet dari A-Z. Saya juga menge-print keterbukaan informasi itu, lalu saya file berdasarkan nama perusahaannya."
Kheng Hong terlahir sebagai sulung dari 3 bersaudara di keluarga yang sederhana. Ia bahkan langsung bekerja selulus SMA dan baru melanjutkan kuliah ke jurusan Sastra Inggris di Universitas Nasional, Jakarta setelah bekerja.
"Tahun 1979 saya mulai kuliah malam sambil tetap bekerja sebagai pegawai tata usaha di PT Overseas Express Bank (OEB). Saya ingat dulu uang pangkal saat masuk universitas itu hanya Rp 50 ribu, dan uang kuliahnya hanya Rp 10 ribu."
"Tahun 1989 adalah saat saya mulai menjadi investor saham. Ketika itu usia saya sudah tidak muda lagi, 30 tahun, berbeda dengan Warren Buffett yang pertama kali membeli saham pada usia 11 tahun. Selama 11 tahun saya bekerja di OEB, namun jabatan saya tidak kunjung naik karena bank tersebut tidak melakukan ekspansi usaha. Karena jabatan saya hanya sebagai pegawai tata usaha, maka gajinya pun kecil. Dan, modal saya berinvestasi saham pun hanya dari gaji."
"Saya adalah orang yang selalu hidup hemat, uang yang saya punya saya belikan saham. Mungkin orang lain jika dapat uang akan dikonsumsi, atau ditaruh di deposito. Kebanyakan orang uangnya dikonsumsi, misalnya dibelikan mobil. Sementara, saya adalah orang yang paling anti membeli mobil, karena nilainya turun. Sampai sekarang saya masih pakai mobil yang sudah berusia 10 tahun."
"Saya mengambil keputusan untuk berinvestasi di saham karena adanya potensi capital gain yang besar. Saat itu ada saham yang ketika IPO (initial public offering) harganya Rp 7.250, tidak lama kemudian menjadi Rp 35.000. Capital gain-nya hampir 400 persen. Tentu saja, itu membuat saya tetarik untuk ikut membeli saham. Di awal-awal berinvestasi saham, saya beli saham saat IPO, hanya sedikit, misalnya Rp 10 juta saja, hanya dapat beberapa lot. Dari sedikit lama-lama jadi banyak."
"Saham yang pertama kali saya beli adalah saham PT Gajah Surya Multi Finance saat IPO. Saya mengantre panjang di Gedung BDNI, Hayam Wuruk. Tetapi, waktu listing harganya turun, dan saya terpaksa menjualnya di harga lebih rendah dan mengalami kerugian. Namun, itu tidak membuat saya kapok. Saya lalu mempelajari investasi saham secara otodidak dengan membaca buku-buku tentang investasi Warren Buffett, karena dialah yang sudah terbukti mendapatkan uang terbanyak dari investasi saham. Ada 40 buku Warren Buffett yang saya miliki di rumah. Ada yang sudah saya baca 3 kali dan 4 kali. Saya ulang-ulang agar lebih mendalami isinya."
"Di tahun 1990, saya pindah ke Bank Ekonomi di bagian pemasaran, dan setahun kemudian saya menjadi kepala cabang. Tahun 1996, setelah bekerja selama 17 tahun, saya akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja di bank dan berkonsentrasi penuh menjadi seorang investor saham. Saya berani melepaskan pekerjaan saya karena telah mendapatkan keuntungan yang cukup lumayan, serta telah memiliki pengalaman berinvestasi di bursa saham selama 7 tahun."
"Uang saya seluruhnya saya belikan saham karena saham memberikan keuntungan yang terbesar dibandingkan investasi yang lain. Saya belum pernah membeli obligasi karena obligasi memberikan return yang kecil. Saya juga tidak menaruh uang saya di reksadana, karena menaruh uang di reksadana artinya uang kita dikelola oleh orang lain. Bagaimana jika manajer investasinya tidak jujur dan tidak kompeten? Uang kita bisa habis semua. Contohnya sudah banyak."
"Saya juga tidak pernah membeli emas, karena emas tidak produktif. Jika kita simpan emas 1 kg, maka 10 tahun lagi tetap 1 kg. Dan saya juga tidak membeli dolar. Orang yang menyimpan dolar umumnya mengharapkan hal yang buruk terjadi, krisis ekonomi, negara tidak stabil, agar rupiah melemah dan dia memperoleh keuntungan. Berbeda dengan orang yang membeli saham, ia akan selalu mengharapkan yang baik yang terjadi, seperti negara aman, ekonomi bertumbuh, dan daya beli meningkat agar harga sahamnya pun ikut meningkat."
"Saya juga tidak menaruh uang dalam jumlah besar di rekening bank. Hanya secukupnya saja. Buat apa kita taruh uang di bank? Rugi, karena bunganya kecil. Orang yang menaruh uangnya di bank, misalnya di deposito, dengan bunga kecil, dan inflasi yang begitu besar, dia sebetulnya sedang membuat dirinya miskin secara pelan-pelan.
Padahal bursa efek Indonesia selama 11 tahun ini naik secara luar biasa. Sejak peristiwa bom di Bali tahun 2002, IHSG naik dari 330 menjadi 5251 pada Mei 2013. Ada saham yang naik hingga 10 ribu persen lebih. Pernah saya membeli saham perusahaan Petrokimia dengan harga Rp 200, dan pada tahun 2008 turun jadi Rp 60. Tetapi saya tidak jual, bahkan saya membeli lebih banyak di harga murah, akhirnya saham itu berbalik naik menjadi Rp 600 dan saya menjualnya."
Dalam salah satu event Investor Summit yang digelar oleh Bursa Efek Indonesia, Kheng Hong mengatakan, seorang investor saham itu harus seperti seorang atlet yang nafasnya panjang dan kuat bertanding untuk waktu yang lama. Dengan kata lain, seorang investor saham itu harus kuat dalam hal permodalan. Karena itulah uang untuk berinvestasi di saham tidak boleh uang yang berasal dari utang dan bukan uang keperluan sehari-hari. Kheng Hong juga dikabarkan sempat mengalami kerugian cukup besar hingga uangnya tinggal 15% saat terjadi krisis 1997-1998. Namun, ia tetap membeli saham dengan uang tersebut dan posisi yang rugi kemudian berbalik menjadi untung. Ia bahkan berhasil meningkatkan asetnya di saham hingga 150 ribu sejak 1998 sampai 2013.
"Saya adalah seorang Value Investor. Pekerjaan saya setiap hari adalah mencari perusahaan yang ‘salah harga’ di bursa. Strategi investasi saya adalah membeli saham perusahaan yang bagus dan murah, kemudian saya simpan, menunggu dengan sabar, sampai suatu hari pasar sadar bahwa harga saham itu terlalu murah dan kembali naik ke harga wajarnya, dari sinilah saya mendapatkan keuntungan. Mungkin di atas 90% investor saham tidak tahu apa yang mereka beli. Mereka seperti membeli kucing dalam karung."
"Untuk mengetahui perusahaan mana yang ’salah harga’ tersebut, salah satu caranya adalah dengan membandingkan berapa nilai pasar perusahaan itu dan berapa laba bersih perusahaan itu. Sebagai contoh, pada tahun 2005 saya membeli saham PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI), perusahaan ternak ayam terbesar kedua di Indonesia seharga Rp 250. Saya mendapatkan sekitar 6 juta saham MBAI atau sekitar 8,28 % dari total saham MBAI yang beredar di pasar. Jumlah saham MBAI yang beredar di 2006 mencapai 75 juta lembar. Jadi, nilai perusahaannya adalah Rp 250 dikali 75 juta lembar, yaitu Rp 18,75 miliar, padahal labanya Rp 106 miliar. Ada yang tahu tidak? Tidak ada. Jadi tidak ada yang beli. Setelah saya simpan selama 6 tahun, harganya naik menjadi Rp 31.500 dan saya menjualnya di 2011. Saya memperoleh untung 12.500%."
"Saya juga pernah memiliki 850 juta lembar saham PT Panin Financial Tbk (berkode PNLF). Saya membelinya di harga Rp 100 dan 1,5 tahun kemudian saya menjualnya di harga Rp 260. Setelah itu, harganya masih naik lagi ke Rp 300."
"Properti saya yang pertama, yaitu rumah yang saya tinggali di Green Garden pun merupakan hasil dari investasi saham. Saya membelinya pada Januari 1994, karena di akhir 1993 itu saya dapat uang dari bursa saham yang cukup untuk membeli rumah. Saat itu saya dapat untung dari penjualan saham PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS), perusahaan pelayaran. Di tahun 1993, saya beli saham RIGS di Rp 800. Tidak sampai setahun, harga saham itu langsung naik, dan saya jual di Rp 1.350. Dulu saham itu likuid. karena saat itu pasar modal memang sedang booming. Waktu itu saham saya hanya itu saja, karena uang saya saat itu tidak banyak. Jadi, biasanya saya beli saham hanya dari satu emiten saja."
"Kini saya telah memiliki rumah tinggal, sebuah apartemen di Pantai Mutiara dan sebuah vila di Cisarua. Semuanya untuk saya tinggali, bukan untuk disewakan. Bagi saya, menjadi seorang investor saham itu sudah lebih dari cukup, tidak perlu menyewakan properti untuk mendapat income."
Sebuah artikel di salah satu majalah ekonomi nasional menyebutkan bahwa nilai pasar saham yang dimiliki Lo Kheng Hong kini mencapai Rp 2,5 triliun. Kheng Hong memang tidak meng-iya-kan saat kebenaran angka tersebut dikonfirmasikan kepadanya. Namun dalam salah satu artikel lainnya disebutkan pula bahwa saat tengah memberikan kuliah umum di Prasetya Mulya dan ada mahasiswa yang menanyakan berapa banyak kekayaanya, Kheng Hong menjawab dengan diplomatis bahwa dividen saham yang diterimanya di tahun 2011 telah mampu mencukupi kebutuhannya seumur hidup.
Selain itu, ketika diminta memperbandingkan besaran aset properti yang ia miliki dengan total asetnya, ia pun memperkirakan bahwa total persentase aset propertinya yang terdiri dari rumah tinggal, sebuah vila dan sebuah apartemen itu hanya sekitar 1 % dari total portofolio investasinya.
"Sudah 20 Tahun ini saya tidak membeli saham saat IPO. Saya hanya membeli saham yang telah diperdagangkan di bursa. Saat ini, saya banyak membeli saham perusahaan tambang batubara, karena harganya sudah jatuh banyak sekali dan sangat murah. Saat ini saya memiliki saham dari sekitar 20 emiten, dan salah satunya adalah saham PT Petrosea Tbk yang saat ini kepemilikannya telah mencapai sekitar 9 %."
"Saya tidak memiliki target investasi. Berinvestasi di bursa efek tidak bisa ditargetkan, karena kita tidak bisa tahu dengan pasti, apa yang akan terjadi di masa depan. Hari esok itu misteri. Nasehat saya bagi orang-orang yang baru mulai berinvestasi ialah jangan pernah membeli saham sebelum membaca annual report-nya, karena dengan membaca annual report kita bisa mengetahui bidang usahanya, labanya, keuangannya, pemiliknya, serta direktur dan komisarisnya, agar kita tahu apa yang kita beli dan tidak membeli kucing dalam karung."
Tuhan itu Maha Pengampun, tetapi bursa saham tidak kenal belas kasihan. Bursa Saham tidak pernah memberi ampun kepada orang yang tidak tahu apa yang ia beli."
Kini Kheng Hong terus berusaha membagikan ilmunya dalam rangka menumbuhkan kesadaran banyak orang untuk berinvestasi. Ia seringkali sharing dengan anak-anak, saudara, teman, dan juga para mahasiswa dengan memberi kuliah umum di berbagai universitas, serta kepada para profesional di berbagai perusahaan publik tentang manfaat berinvestasi di bursa saham. Saudara dan kedua anak Kheng Hong pun telah turut berinvestasi di saham. Anak bungsunya bahkan telah mulai membeli saham sejak masih berusia 9 tahun.
Cara Lo Kheng Hong Bermain Saham :
- Tiap hari mencermati berita tentang emiten dan tren pasar modal
- Memburu saham yang ‘salah harga’ di pasar
- Mencermati laporan tahunan perusahaan yang sahamnya akan dibeli
- Tidak menetapkah target berapa lama saham harus dipegang
Rata-rata return investasi Lo Kheng Hong: ± 63% per tahun
Return yang pernah diraih dari beberapa saham :
* PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI)
Beli Rp 250
Jual Rp 31500
Lama investasi 6 tahun (2005-2011)
Keuntungan 12.500%
*PT Panin Financial Tbk (PNLF)
Beli Rp 100
Jual Rp 260
Lama investasi 1,5 tahun
Keuntungan 160%
*PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS)
Beli Rp 800
Jual Rp 1350
Lama investasi < 1 tahun (1993)
Keuntungan 68,75%
Aidil Akbar Madjid, Chairman IARFC (International Association of Registered Financial Consultants) Indonesia dan Founder Akbar’s Fianancial Check Up (AFC) Financial mengatakan, sebenarnya setiap orang bisa menjadi seperti seorang Lo Kheng Hong jika mengikuti pola yang sama.
Namun, jelas bahwa tidak semua orang memiliki ‘disiplin’ seperti apa yang diterapkan Lo Kheng Hong tersebut. “Dan untuk dapat hasil hingga triliunan tersebut, jelas dibutuhkan modal besar,” kata Aidil.
Menurutnya, keuntungan besar dari saham itu memang mungkin didapatkan jika seorang investor masuk ke pasar dengan dana yang cukup besar ketika terjadi krisis di tahun 1997-1998 dan terus berinvestasi hingga sekarang.
“Di 1997-1998 IHSG turun sampai 700, dan sekarang sudah ke 4.300-an,” ujarnya.
Secara umum, harga saham emiten besar yang sudah punya nama, memiliki fundamental yang baik dan terbilang bluechip memang disebut-sebut memiliki potensi kenaikan rata-rata 20-25 % per tahun. Namun kenyataannya, harga saham yang sudah ‘mature’ itu kenaikannya tidak lagi terlalu banyak. “Bahkan terkadang dalam 5 tahun harganya kembali lagi ke harga awal,” ujarnya.
Diakui Aidil, berinvestasi saham memang sebaiknya dilakukan untuk jangka panjang, dan sebaiknya investor memilih saham-saham yang memiliki potensi dan fundamental yang bagus. Namun, saham seperti ini biasanya namanya memang belum ’terdengar’ dan tidak termasuk kategori bluechip.
Dan, itu berarti saham tersebut juga memiliki risiko yang lebih tinggi daripada saham-saham bluechip.
“Perlu diingat, berapa banyak perusahaan yang harga sahamnya bisa naik secara signifikan? Multibreeder itu hanya 1 dari sekian banyak perusahaan yang melantai di bursa. Intinya keuntungan sebesar itu bisa didapatkan, tapi tergantung tipe investornya, tergantung berapa modalnya, tergantung analisa fundamental dan teknikalnya dan juga tergantung keberuntungannya,” ujarnya menutup pembicaraan...
Copas dari wag DDB

Friday, September 30, 2016

INDONESIA TAX AMNESTY PROGRAM MORE SUCCESSFUL THEN 6 OTHER COUNTRIES



Tax Amnesty
Crowded tax payers to be served

In spite of World economic growth tend to slower, Indonesia economic growth still going strong after China and India above 5% in 2016. This positive outlook can happened as the effect of successful of Tax Amnesty program that begin since July 2016.

Public crowded Tax offices took long line to follow the program especially in the last month of September 2016, the end of 1st stage.
This successful amnesty program indicates that there exists a high degree of trust among the Indonesian population in the current Government. Perhaps also the appointment of Sri Mulyani Indrawati, a highly respected technocrat who previously served as managing director at the World Bank for six years, as Indonesia's Finance Minister(the 37th Influence Women in the World)

Indonesia's tax amnesty program in 2016/2017 is already more successful compared to similar programs in Italy (2009), Chile (2015), Spain (2012), South Africa (2003), Australia (2014) and Ireland (1993).
Up to 11:00 pm local Jakarta time on Wednesday (28/09), the government had collected IDR 84.6 trillion (approx. USD $6.5 billion) in additional tax money under the amnesty program, or roughly 51 percent of its target (IDR 165 trillion).
Meanwhile, some 8,500 new taxpayers have been added to the database of Indonesia's Tax Office since the launch of the program in July 2016.

We expect that this program will reach the target until the 2nd and 3rd phase, March 2017. The funds collected will support the Economic program, increase tax ratio and stronger Indonesia's currency, Rupiah.



Tuesday, May 10, 2016

TRANS SULAWESI RAIL WAY IN CELEBES ISLAND

Pekerja melakukan pengerjaan jalur kereta api Trans Sulawesi di Desa Telumpanua, Kecamatan Tanete Riau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, 25 November 2015.
Under construction, November 2015

Ditinjau Jokowi, Rel Kereta Trans Sulawesi Baru Selesai 16 Km
President Jokowi on the spot at Barru district

For the first time since independence day in 1945, new Government under President Jokowi, Sulawesi or Celebes island in the East part of Indonesia will have a rail way. The rail way, 1.700 kilometer long will connected Makassar city in the South and Menado city in the North. Projected  will completed in year 2018.

Map of Sulawesi (Indonesia)

This rail will connected with airport and harbors in order to faster carry mass passengers, goods transportation and to reduce transport cost in this island. And by the rail way, local or foreign Investors expected to come to this island.

Ground breaking on August 12, 2014 and in December 2015 finished   kilometer 16,1 km from Barru to Pare pare town. Actually, in Dutch era, 1923 the old rail way operated,  connected Makassar city - Takalar tow, 47 kilometer. But stopped when Japanese rule for short period of time in Sulawesi.

Posted by Mr. Pinondang Situmeang, Jakarta
Email : c2_pin@rocketmail.com










DOMESTIC OIL & GAS PRICE ON MARKET PRICE, INDONESIA CASE STUDY


(La Patilla/archive)

When oil and gas price high, many export countries enjoy the huge amount of foreign exchange for multi purposes. But in the other hand keep the price low for domestic consumption by subsidized in National budget.

Since low price policy done for long period of time, then became a political factor. If any issue that the price will increase, then the public respond hard. So Government tend to keep it low for the sake of the politic.Public then spoiled, crying just like the small babies.

For instance in Venezuela, oil and gas were the lowest in the World and these products became politic issue. Public assumed that they had the right to consume the low price. When export price drop, National budget in crisis due the revenue depend on oil an gas 90%. Inflation predict 200% in 2016. That was why after 2 decades, since February 2016, the price hike from. one penny $ to US$ 60 cent. Still the cheapest in the World.

Another OPEC country, Saudi Arabia ultimately set a new Master plan, that the country switching the sources of National budget, not depend on oil and gas export income any more. Saudi Arabia break even price is $ 106. When the price drop down to $45 per barrel, Saudi Arabia deficit $ 100 billion in a year. For so long their citizen spoiled with subsidy.

Russia who depend the budget 50%  on revenue of oil and gas, in 2015, the budget deficit reach 2,6 %. The inflation rate rise high to 16,9% in March 2015.

For Indonesia, Oil and gas price not a blessing nor a curse. Government set the price level almost in Market price. Budget subsidized since freedom in 1945 switch to Non subsidized price, market price level. New Government under President Jokowidodo or Jokowi aware of  non popular policy to increase the price.
This brave policy based on through analysis that the oil and gas subsidy not consumed by majority of citizen but by the middle and upper class society who had cars. Some smuggled for foreign countries or for illegal fish ships.The principle is that if you are afford to by cars then you are afford to pay market price oil and gas.

From those policy, since year 2015 the huge amount of subsidy switched to build Infrastructure across the country and many big programs priority. Previous Government never ever dare to think of set the price in market price level. Only a very small percentage of oil and gas subsidized.
The economic growth and inflation rate in 2016 predicted 5,3% and one digit inflation.

For more information, feel free to contact me :
Pinondang Situmeang, Email : c2_pin@rocketmail.com