Friday, May 13, 2016

KEMISKINANAN DI KAMPUNG REJANG LEBONG PENYEBAB PEMERKOSAAN

KEMISKINAN, TIDAK SEKOLAH, TUAK, FILM PORNO DI REJANG LEBONG, BENGKULU
DSCI1039
Pondok aren penghasil gula dan tuak

Di kampung terjadinya pemerkosaan 14 lelaki terhadap YY adalah kampung miskin. Orangtua anak anak itu bertani jauh di ladang, tidak pulang seminggu atau lebih. Begitulah kemiskinan di kampung kampung di Sumatera.

Sementara itu di kampung itu tumbuh subur pohon aren. Warga bisa memperoleh penhasilan yang cukup jika niranya dibuat untuk gula aren dan minuman TUAK yang dijual resmi, terang terangan.
Sayang anak anak remaja dibawah umur justru sembunyi sembunyi mabuk mabukan pada saat
anak anak remaja itu ditinggalin orang tuanya jauh berkebun diladang. Anak anak diber bekal seadanya, mereka mengurus diri sendiri, tidak ada yang membina mental dan jiwanya.

Sambil mabuk mabukan, nonton film porno bersama sama dari HP milik orang dewasa. Anak anak itu ada yang tidak punya HP. Mereka juga tidak sekolah. Kartu Indonesia pintar tidak sampai disana. Walaupun Kabupaten ini bertema religious tapi Pemerintah Daerah tidak peduli dengan kemiskinan rakyatnya.

Warga yang pergi jauh dari kampung, berladang, bertani adalah bukti kemiskinan di kampung kampung yang kurang mendapat sentuhan Pemerintah daerah.

Penerapan hukuman yang lebih berat, hukuman seumur hidup sekalipun tidak akan mampu menghentikan anak anak itu apabila anak anak tidak punya kegiatan belajar, mengaji yang dibiayai oleh Pemerintah dengan Kartu Indonesia pintar. Pohon aren diurus untuk memproduksi gula aren untuk penghasilan warga.



Kemiskinan, tidak sekolah, nganggur, minum tuak dan nonton film porno menjadi satu menyebabkan kematian YY. Oleh sebab itu bukan hukuman seumur hidup, hukuman mati atau kebiri yang diprioritaskan tetapi memperbaiki ekonomi rakyat dan pelaksanaan Kartu Indonesia pintar.


Post a Comment