Wednesday, June 29, 2011

STRATEGI SDM (4)

BERTUMBUH bersama JiNggA-sEnjA (SERIE 4)


Sebagai Pimpinan sebuah Organisasi atau unit kerja, untuk mencapai tujuan organisasi dan sekaligus mengembangkan karir kita sendiri, dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, maka Sumber Daya Manusia harus tersedia dalam jumlah yang cukup dengan kwalifikasi yang sesuai untuk tugas tugas tertentu. Sebagai Pimpinan unit kerja yang baru, setelah mengetahui jumlah dan kwalifikasi SDM tidak memadai, maka segera mengajukan usul tambahan kepada Pimpinan yang lebih tinggi.

Managemen meminta kita bertempur di suatu medan menghadapi persaingan dengan Organisasi, Lembaga sejenis, yang nota bene memiliki sarana/prasarana dan SDM yang cukup dan berkwalitas. Tentu kita wajib memiliki sarana/prasarana, SDM yang minimal sama, kalau tidak lebih baik dari saingan.

Walaupun kita adalah Pimpinan yang terbaik dan terpilih, lulusan pendidikan terbaik sekalipun, sukses memimpin unit kerja di tempat lain, tetapi apabila di tempat baru, tidak didukung oleh SDM yang berkwalitas, maka kita akan tenggelam, capek kerja sendiri dan pasti tidak akan mampu mencapai target yang ditentukan. Karir kitapun akan jalan ditempat.

Kita tidak bisa berpangku tangan menunggu program training yang terjadwal oleh organisasi, mungkin tahun depan, sedang masalah mendesak adalah saat ini. Kita mengharapkan segera rekrutmen baru, yang ahli dibidangnya atau minta transfer SDM dari unit kerja lain. Bisa saja dengan outsourcing dan kontrak kerja untuk waktu tertentu, tetapi kwalifikasinya harus sesuai dengan jenis tugas dan pekerjaannya.

Cara outsourcing biasanya dilakukan untuk tugas tugas khusus seperti tenaga ahli, security, buruh atau pegawai rendahan. Namun untuk tenaga inti yang masuk “tenaga structural”, organisasi memerlukan rekrutmen yang teliti. Tenaga struktural adalah tenaga definitif, bukan outsourcing)

Jika unit kerja tersebar diseluruh daerah, maka SDM yang akan masuk sebagai tenaga struktural diperlukan dalam jumlah besar dan oleh sebab itu tidak mungkin dilakukan out sourcing dan akan melalui proses rekrutmen yang teliti dan panjang. Karena sekali menjadi tenaga Struktural dan pegawai definitive, maka Organisasi menanggung Gaji dan kesejahteraan lain hingga mereka pensiun/meninggal.

Ambil sebagai contoh jika ingin expansi dibidang export cacao atau udang, maka Staf yang akan menangani export ini perlu mengusai hal hal yang terkait erat dengan produk ekspor tsb misalnya Sarjana Pertanian atau Sarjana Perikanan dan juga mengetahui prosedur ekspor/impor.

Prosedur export sendiri adalah pengetahuan tehnis, transaksi Valuta asing dan dokumen yang terkait dengan eksport. Untuk menambah pengetahuan praktis dan teknis, boleh saja mereka diikutsertakan dalam kursus, training yang berkaitan dengan prosedur transaksi export/import yang sering diselenggarakan oleh Badan Badan tertentu.

Sekali Anda diberi tugas dan tanggung jawab memimpin Unit kerja baru, maka agar Perusahaan berkembang dan karir Anda juga bertumbuh, yakinkan bahwa jumlah maupun kwalitas SDM mencukupi dengan kwalifikasi yang sesuai.
Post a Comment