Monday, September 27, 2010

SINGGAH di Benua SELATAN


SINGGAH di Benua SELATAN

Kami terus berlagu bulan
Lagu kale kale pa raiwawa *
Lembut mendayu mengalun
Adat Kenoto merayu memabukkan

Kuselipkan anyelir di rambutnya
Kucium dibawah mascara yang berembun
Bergegas ke labuan sebelum mendung
Kapal berlayar ke Byron bay, teluk tenang

Lama kakiku tak menari dansa
Gerak sintal mengiring instrumentalia
Membuat langkahku tak seirama
Menyentuh kulitmu yang halus
Bola mataku merah merona

Kumelamun menjelang mentari tenggelam
Kugubah syair imaginasi berlabuh dihati
Dari studio kau mengudara lagu tradisi
Gelombang menembus Khatulistiwa
Hingga ke kampung Pariban
Kutancapkan pandang,
ke bibir yang bertatah senyum
Hatiku tersayat pisau imigrasi
Penolakan tinggal lebih lama di Australi
Merajut hati yang mulai bersemi
Kemana lagi akan akan lari


*) belum menemukan gadis..lari ke Sabu dng seorang teman
**) mangandung...meraung raung tak henti seperti menangisi kematian

Post a Comment