Monday, August 3, 2009

HOME SWEET HOME, INVEST IN REAL ESTATE, PROFITABLE




"Kita tidak usah pindah lagi, kan capek angkat angkat barang", begitu komentar isteri ketika saya usulkan pindah rumah ke rumah yang lebih besar dan dapat di hoek. "Disini tiap pagi kita rebutan parkir mobil", kata saya sedikit kesal. Garasi rumah rumah disini hanya tersedia untuk 2 mobil.Selebihnya diparkir dijalanan didepan rumah. Pagi pagi satu mobil dikeluarin dan parkir di jalanan. Jika tetangga kiri kanan dan depan memarkir mobil di jalanan juga, maka mobil lain susah lewat. Pada hal para tetangga punya mobil minimum 2 unit.

Lalu rasa enggan pindah rumah terus berlanjut dengan mengatakan :"Dari mana uang untuk tukar tambah", katanya seraya melanjutkan:"Berat kalau harus angsur kredit Bank lagi tiap bulan",tambahnya, mengingat dua rumah sebelumnya diangsur pakai kredit Bank NISP dan Citibank. Tetapi dengan sabar saya berusaha terus mempengaruhinya untuk mempertimbangkan pindah rumah lagi.

Di waktu makan malam dengan menggoda saya katakan :"Tidak perlu tukar tambah kok, tapi tukar lebih", kata saya. Penasaran tidak masuk akal, dia balik bertanya:"Mana mungkin dapat rumah lebih gede tanpa nambah duit", kejarnya. Dengan tenang dan hati hati kujelaskan :"Disini depan mal, banyak yang naksir rumah kita", kata saya. Tetangga di sebelah kiri dan di seberang jalan memang berminat membeli. Tanpa menyerah saya melanjutkan:"Lokasi baru memang agak didalam, tapi kan lebih tenang", kata saya merayu.

Setelah menjelang tidur isteri saya ehem ehem dengan raut wajah cerah ceria mengatakan :"Ya deh, saya setuju pindah", katanya, mungkin mendengar kata kata "tukar lebih". Rumah lebih besar, di hoek tapi harga lebih murah karena lokasi baru dan jauh dari jalan raya Boulevard. Terus kulanjutkan :"Buat apa tinggal didepan mal, kita tidak punya toko" kata saya memperkuat alasan.

Dia juga mendukung saya dengan mengatakan : "Dekat mal memang boros, bisa bisa belanja terus", katanya dengan senyum tanda setuju akan pindah dari Jl.Janur Indah ke Jalan Janur Elok, kira kira 500 meter jauhnya. Dan tanpa iklan, tetanga sebelah rumah jadi membelinya. Akhirnya masalah pokok parkir teratasi, karena garasi rumah baru ini tersedia untuk di huni empat unit mobil.

Begitulah investasi di property di lokasi strategys tidak pernah akan merugi karena harga tidak mengenal turun, terus merangkak naik. Walau dua kali dilanda banjir bandang , property di Kelapa Gading tidak pernah turun harganya. Alasan pertama adalah karena semua fasilitas disini lengkap. Mulai dari banyak mal mal bermunculan. Mulai dari mal Kelapa Gading, Mal Arta Gading, Mal of Indonesia, Sport Mall. Masih ada beberapa pertokoan besar lainnya khusus untuk mobil mobil. Belum lagi Rumah Rumah Sakit bertaraf Internasional, Sekolah Sekolah International School seperti NJIS, Taipei School dan Sekolah lokal bermutu seperti Penabur, Al Azhar dll.

Kami sendiri tinggal di daerah ini sudah 20 tahun lebih ketika harga rumah masih relatif murah. Rumah dengan tanah seluar 120 meter dibandrol dengan agka Rp. 18.000.000 di lokasi agak di depan, dibelakang Bank Mandiri Boulevard sekarang. Tidak begitu jauh dari lampu merah. Kemudian kami pindah dan beli rumah di perumahan Manyar Kertosari Surabaya. Tetapi setelah kembali lagi ke Jakarta, alternatif pilihan pertama tetap beli rumah di Kelapa Gading, karena sudah mengetahui kelebihannya. Tidak lagi memakai air sumur, sudah pakai PAM.

Rumah yang ditempati sekarang adalah merupakan rumah ke empat di Kelapa Gading. Rumah pertama dijual dan pindah ke rumah kedua yang relatif lebih besar dan luas halamannya.Demikian selanjutnya rumah ketiga dan keempat, yang sekarang dihuni. Kami sudah mencoba cari rumah ke wilayah lain di Timur dan di Selatan seperti kota wisata Cibubur dan Bali View arah Pondok cabe. Banyak lokasi yang menarik, tetapi hati ini tetap tidak mau diajak kompromi, meninggalkan lokasi Kelapa Gading, hingga kini.

Invesatasi di Property untuk bisnis di kota besar dan dilokasi strategys tidak akan pernah rugi. Yang pasti keuntungan pertahun jauh diatas bunga Deposito, bahkan bisa 2 - 3 kali lipat diatas bunga tabungan di Bank.Rumah di Janur Elok kami jual dengan keuntungan 320% dalam 6 tahun atau 53% per tahun. Begitu yang kami alami dibeberapa lokasi di Jakarta dan sekitarnya seperti di Kelapa Gading, Apartemen di Semanggi, rumah di Lippo Karawaci. Sedang Investasi di sekitar Bogor, Tanggerang dan Bekasi agak berbeda, harganya relatif tetap, bahkan sulit untuk dijual kembali, seperti tanah di pedalaman Bekasi dan Tangerang. Demikian juga dengan Villa di Cipanas, tidak cocok untuk investasi karena sulit untuk di lego kembali. Villa hanya cocok untuk tempat istirahat.

Salah satu daya tarik rumah adalah keasriannya yang alamiah, bukan dari arsitektur yang super modern kaku. Disetiap rumah yang kami beli selalu dipenuhi dengan bunga dan pohon pohon hijau alami. Jika bunga bunga sedang mekar akan muncul aneka warna disamping tanaman pohon beringin putih, sawo, palem dan lain lain. Hawa panas dapat diserap dan udara terasa sejuk.

Tidak lupa kami pasang kolam ikan dan air mancur dimana ikan bersisik kuning, merah putih berenang dengan tenang diantara sela sela kerikil putih. Ikan tidak merasa terganggu dengan air terjun yang turun dan tempias menetesi kolam dimana ikan berenang mengibas ngibaskan ekornya. Tepi kolam ini menjadi tempat favorit bagi keluarga untuk bercanda di sore menjelang petang.

Satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah tata cahaya dan tata udara. Dua rumah yang terakhir selalu mempunyai jendela cahaya yang cukup dan udara yang leluasa. Tanpa AC pun udara alam cukup untuk ventilasi.

Walaupun fungsi rumah untuk bisnis/investasi berbeda dengan rumah untuk di huni, tetapi tetap saja faktor kenyamanan, keasrian, keamanan, udara, cahaya, parkir harus menjadi faktor untuk dipertimbangkan. Karena itulah, kita akan selalu mendambakan rumah sebagai tempat kita untuk merebahkan diri, memperoleh kedamaian.
HOME SWEET HOME.
Post a Comment