Sunday, July 12, 2009

JANGAN PERCAYA RAMALAN




Bagi mereka yang berpendidikan cukup dan beriman kuat, ramalan masa depan hanya bunga bunga kehidupan, khayalan pemimpi atau mimpi disiang bolong yang tidak punya dasar kuat untuk dipercaya akurasinya.

Horoscope.
Sejak kecil kita sudah mengenal ramalan bintang di Koran atau Majallah yang dikenal dengan horoscope. Bahkan dalam Kitab suci zaman Nabi Yusuf diceritakan bahwa diistana banyak profesi peramal yang menjadi penasehat Raja/Permaisuri dalam menentukan policy dan strategy Pemerintahan.

Pada umumnya ramalan tersebut cendrung "positive", memberikan harapan kebahagiaan, sukses, menang perang, keberhasilan dalam percintaan, kebahagiaan rumah tangga dll disertai persyaratan tertentu untuk mencapainya. Kalaupun ada ramalam yang cendrung "negatif", peramal akan memberikan advice bagaimana mencegahnya.
Dengan demikian pihak yang diramal cendrung passive, santai tanpa kerja extra keras, karena hasil akhirnya sudah diketahui sebelumnya. Artinya ramalan kurang memotivasi orang untuk bekerja keras.

Peramal modern.
Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang masih mempercayai peramal, baik di Indonesia maupun di Luar Negeri dengan nama yang berbeda beda. Ada yang disebut dukun, fortune teller, voodoo dll.

                                  fortune cookies


Makan di Restoran Chinese food di Amerika misalnya. Setelah makan selesai, bills ditaruh dibaki kecil bersamaan dengan beberapa cookies, tergantung jumlah konsumen yang bersantap. Didalam cookies tertulis ramalan print out Komputer berisi Ramalan, nasib kita kedepan. Kadang kita tergelitik senyum, mengamini kebenarannya atau mencibir ramalan yang bertolak belakang dengan keadaan sebenarnya. 

Diberbagai Negara dengan mudah kita bisa menenukan Stand, Booth, Kios dengan tanda Fortune teller di Hall atau di antara pertokoan yang mudah dilihat. Bahkan ada juga peramal dari Ras tertentu yang menyambangi rumah rumah dan menawakan jasanya tanpa paksaan. Dan orang tanpa perlu merasa malu atau segan memanfaatkan jasa mereka.

Seperti cookies tadi, kita juga suka heran (bukan kagum) atas ramalan mereka, kok bisa mengetahui sifat sifat pribadi kita, masalah keluarga, hanya dengan melihat garis tangan atau memandang wajah saja. Hal ini terjadi di kampung kampung hingga di New York sekalipun, ternyata masih banyak segmen langganan peramal ini.

Jika kembali ke zaman Nabi Yusuf bahwa di Istana, para peramal, ahli nujum tidak mampu menafsiran mimpi Raja. Hanya Yusuf, Nabi yang dipilih Allah agar Raja Mesir percaya kepada Allah yang disembah oleh Yusuf. Seperti diketahui Nabi Yusuf menceritakan paceklik yang akan terjadi beberapa tahun kedepan dan sekalian memberi advice strategy untuk menumpuk stock untuk berjaga jaga, seperti strategy BULOG kita sekarang. Tafsiran Nabi dunia semua meleset karena hanya mengandalkan pikirannya sendiri, beda dengan Yusuf yang mendapat wahyu langsung dari Allah.

Dalam dunia politik di Tanah Air, sudah lama kita mendengar pemanfaattan paranormal dan dukun oleh para calon anggota Legislative, Calon Bupati, hingga ke tingkat Menteri. Tidak tahu pasti nasib para calon amggota Legislative yang diramal akan menduduki singgasana kursi empuk, ternyata tidak terpilih. Mereka akhirnya menjadi pasien Dokter ahli jiwa. Ramalan paranormal dan dukun itu memang cendrung memberikan angin sorga, ternyata hanya chayalan tukang cendol dan mimpi belaka.

Belakangan ini para peramal itu sudah dikelola secara professional dan menggunakan IT untuk menjual jasa jasanya. Dengan beraninya mereka meramalkan nasib pelanggannya di masa depan, hubungan rumah tangga, percintaan, keadaan politik, Bencana Alam dan peristiwa setahun dimuka. Rate Iklan di T.V itu tidaklah murah dan kantong para peramal itu cukup tebal, yang berasal dari segmen konsumen dari kalangan menengah dan atas. Sayang kita tidak punya angka statistik pelanggan dan akurasi tingkat keberhasilan ramalannya.

Krisis dahsyat ekonomi medio 1997 merupakan tamparan kepada para ahli ekonomi, staf Menteri dibidang EKUIN sampai ahli dari IMF dan Bank Dunia keok tak berkutik. Demikian juga para peramal, paranormal. ahli nujum, voodoo dipermalukan atas terjadinya krisis ekonomi yang menghancurkan ekonomi, terutama di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Penutup.
Memang dari zaman dulu hingga sekarang tetap saja ada segmen masyarakat yang tetap mencoba menggunakan jasa peramal dengan serius atau hanya sekadarnya.
Namun sudah cukup bukti tidak solidnya ramalan ahli nujum, paranormal, fortune teller. Oleh sebab itu gunakan akal budi dan berhikmad bijaksana
.


Yang pasti, kita berdosa kalau mempercayainya, karena masa depan kita ada ditangan Chalik langit dan bumi. Biasanya cookies itu saya makan karena rasanya enak sedikit manis.



Post a Comment