Monday, December 5, 2011

APA ITU....TENUN IKAT NTT



                                                                                  Tenun ikai Rote
                                                                           Tari Foti Llendo, Rote
Setiap suku/etnis di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki bahasa sendiri dengan lebih dari 100 dialek, memiliki adat, budaya dan kesenian sendiri-sendiri. Hal ini yang mempengaruhi sekaligus menerangkan dan menggambarkan mengapa ada begitu banyak corak hias/ motif tenunan pada kain tradisional di NTT. Setiap suku mempunyai ragam hias tenunan yang khas yang menampilkan tokoh-tokoh mitos, binatang, tumbuh-tumbuhan dan juga pengungkapan abstraknya yang dijiwai oleh penghayatan yang mendalam akan kekuatan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.

SEKILAS TENTANG KAIN TENUN

Tenunan ikat NTT merupakan seni kerajinan tangan turun-temurun yang diajarkan kepada anak cucu demi kelestarian seni tenun tersebut. Motif tenunan yang dipakai seseorang akan dikenal atau sebagai ciri khas dari suku atau pulau mana orang itu berasal.  Setiap orang akan senang dan bangga mengenakan tenunan asal sukunya.

Pada suku atau daerah Sumba Timur , corak/motif binatang atau orang-orang lebih banyak ditonjolkan seperti corak motif kuda, rusa, udang, naga, singa, orang-orangan, pohon tengkorak dan lain-lain.



 

 
 

Sedangkan Timor Tengah Selatan banyak menonjolkan corak motif burung, cecak, buaya dan motif kaif. Bagi daerah-daerah lain corak motif bunga-bunga atau daun-daun lebih ditonjolkan sedangkan corak motif binatang hanya sebagai pemanisnya saja.





 
Motif Kupang

Kain tenun atau tekstil tradisional dari NTT secara adat dan budaya memiliki banyak fungsi seperti  busana sehari-hari, busana yang dipakai dalam tari-tarian pada pesta/upacara adat, sebagai alat penghargaan dan mas kawin, pada kematian, sebagai denda adat untuk mengembalikan keseimbangan yang terganggu,sebagai alat tukar, sebagai prestise dalam strata sosial, sebagai mitos suku yang diagungkan  akan melindungi dari gangguan alam, bencana, roh jahat dan lain-lain serta sebagai alat penghargaan kepada tamu yang datang (natoni)

Dalam perkembangannya, kerajinan tenun merupakan salah satu sumber pendapatan  masyarakat Nusa Tenggara Timur terutama masyarakat di pedesaan. Pada umumnya wanita di pedesaan menggunakan waktu luangnya

Jika dilihat dari proses produksi atau cara mengerjakannya maka tenunan yang ada di Nusa Tenggara Timur dapat dibagi menjadi tiga jenis, yakni :
  1. Tenun Ikat ; disebut tenun ikat karena pembentukan motifnya melalui proses pengikatan benang. Berbeda dengan daerah lain di Indonesia, untuk menghasilkan motif pada kain maka benang pakannya yang diikat, sedangkan tenun ikat di Nusa Tenggara Timur, untuk menghasilkan motif maka benang yang diikat adalah benang Lungsi.
  2. Tenun Buna ; istilah daerah setempat (Timor Tengah Utara) "tenunan buna" yang maksudnya menenun untuk membuat corak atau ragam hias/motif pada kain mempergunakan benang yang terlebih dahulu telah diwarnai.
  3. Tenun Lotis/ Sotis atau Songket ; Disebut juga tenun Sotis atau tenun Songket, dimana proses pembuatannya mirip dengan pembuatan tenun Buna yaitu mempergunakan benang-benang yang telah diwarnai.

Dilihat dari kegunaannya, produk tenunan di Nusa Tenggara Timur terdiri dari 3 (tiga) jenis yaitu : sarung, selimut dan selendang dengan warna dasar tenunan pada umumnya warna-warna dasar gelap, seperti warna hitam, coklat, merah hati dan biru tua. Hal ini disebabkan karena masyarakat/ pengrajin dahulu selalu memakai zat warna nabati seperti tauk, mengkudu, kunyit dan tanaman lainnya dalam proses pewarnaan benang, dan warna-warna motif dominan warna putih, kuning langsat, merah mereon.

Untuk pencelupan/ pewarnaan benang, pengrajin tenun  telah menggunakan zat warna kimia yang mempunyai keunggulan seperti : proses pengerjaannya cepat, tahan luntur, tahan sinar, dan tahan gosok, serta mempunyai warna yang banyak variasinya. Zat warna yang dipakai tersebut antara lain : naphtol, direck, belerang dan zat warna reaktif.

                           









                                                                                Tari Tenun (Sumba dance)


                                             

Motif Alor

Tarian Tokesi, Alor

Motif Ende

tari rokatenda, ende

 

 


Post a Comment